Izin Depkumham SV Pandu Tunggal Putra

 photo SKMENPEN.gif

Maret 18, 2015

Andri luntungan Menilai Bahwa Konglomerat Telah Memainkan Prekonomian Dunia.

Media News International "Akhirnya apa mau dikata semua telah memahami bahkan mengetahui, semenjak para kapitalisme, sudah menguasahi dunia, cakar -cakar tangan mereka selanjutnya akan mencoba mencari sebuah negara yang akan bisa dibeli, atau mereka minimal mampuh menguasahi seluruh aset perusahaan milik negara dan kesananya mereka juga akan mengaruk seluruh kekayaan yang ada didalam negara itu." Bayangkan jika benar para konglomerat yang hadir didalam sebuah negara spertinya berbuat begitu.?. apa yang dapat dibuat oleh para kepala negara,? dan bagaimana juga mereka bisa melawan para kapitalisme itu,? jika mereka telah bisa menguasai semua aset perusahaan milik negara, apa dia di america, Ingris, German, Rusia, Canada, Francis, Italia, IraQ, Libia, India, Arab Yordania, Jepang,Korea, Indonesia dan negara-negara lainnya.Setidaknya para kepala negara yang telah berhasil dikuasai para konglomerat kemungkinan besar segal tindakannya akan diatur mereka.Demikian ungkap Andri Luntungan Pengamat International, saat dimintai tanggapannya, dugaan bahwa dunia telah dikendalikan oleh para konglomerat Oleh Online.Andri juga mengatakan bahwa kondisi dunia dan kepala negara yang telah bisa dikuasai oleh para konglomerat, biasanya dia akan takut terhadap telunjuk si pengusaha itu, dan biasanya prilaku negara itu lebih berkiblat pada rongrongan para pengusaha itu,artinya prilaku kepala negara yang telah digengam oleh para konglomerat biasanya dia menjadi pemimpin tidak dapat berbuat banyak, dan segala kemajuan ekonominya diatur oleh para konglomerat itu.Dan tidak sedikit kepala negara yang bisa dikuasai oleh para konglomerat negaranya rapuh dan ekonominya mudah dipermainkan. Seperti halnya ditahun 1993. 1998. 2010. dan 2013,. bagaiman para konglomerat mampuh membuat krisis dunia. Tidak hanya itu para konglomerat juga mampuh merontokan, berbagai negara industri besar, apa ingris, German, America, Rusia Francis, dan Negara timur tengah, yang terkena himbasnya adalah Itali, Indonesia, India, Jepang dan berbagai negara lainya. Secara makro para konglomerat ini biasanya dia masuk dengan cara menamkan modal, dan dengan cara memberikan pinjaman dan juga memberikan bantuan lunak,setelah modal mereka masuk lebih besar dari devisa negara itu disana mereka mulai mengendalikan segala perekonomian didalam negara itu. Ini sekarang perlahan mulai terjadi diberbagai belahan dunia yang sedang mengunakan dana lunak dan penanaman modal dari kalangan konglomerat, yang tmodalnya tersimpan didalam negara penguna.apa dia America, Ingris, German, Italia, Rusia, Irak, India, Lebia, Indonesia dan negara lainnya.Okey, lepaskan semua segla prilaku para konglomerat yang telah berhasil memainkan prekonomian dunia, sekarang sedikit kita menoleh didalam sebuah negara, seperti apakah kebijakan prekonomian mereka, "apa dia America, Ingris, German, Rusia, Francis, Arab, Jepang, Libia Yordania Indonesia dan negara -negara lainnya, "seandainya semua negara itu telah bisa memberikan sebuah peluang buat para konglomerat buat mengusai segala perusahaan sakral bisa dikuasai oleh para pemilik modal, siap-siap mereka akan mendapat sebuah kecelakaan besar, yang dnamakan krisis. cetus Andri. Apa yang dikatakan andri luntungan mendapat respon dari kalangan pengusaha kecil diberbagai negara,"para pengusaha kecil seantero dunia mengatakan bahwa kehadiran pengusaha besar disebuah negara sangant tidak menujang ekonomi negara, oleh sebab mereka hadir dengan cara yang sangant serakah dan mereka mengunakan sistem ekonomi liberal, artinya, prilaku para pengusah besar itu sangant kejam dan mereka tidak segan- segan buat membunuh para pengusaha kecil, bayangkan saja mereka sebagai engusaha besar biasanya siap segalanya dan mereka juga berani menurunkan kompensasi sebesar-besarnya disaat bersaing, bayangkan saja seandainya, sebuah kepala negara telah dipegang kepalanya, apa mungkin para pengusah kecil mampuh buat menghadangnya. cetus gilber semit, pengusaha kecil di Italia. apa yang dikatakan gilbert, mendapat respon dari pengusaha makanan kecil di Canada, jhon barens, dia mengatakan sebagai pengaru pengusaha besar masuk kedalam negara biasanya dia seringkali mengeser semua pengusaha kecil, artinya seadainya saja mereka bisa membuat pabrik kue, sementara pengusaha kecil baru sebatas membuat alakadarnya atau sekala kecil, mana mungkin kami bisa bersaing dengan pemilik pabrik.Dan lebih setuju jika para konglomerat, tidak diberikan ijin masuk buat membuka usahanya didalam negara ini. Perkataan Jhon direspon oleh epngusaha francis Tomi Ghoskins, yang sehari-harinya sebagai prupa seni membuat patung pahat, mereka mengatakan pengaruh masukanya para pengusaha besar seringkali menjungkir balikkan pengusaha kecil, dan mereka seringkali merusak pasaran dan mempermainkan haraga, akhirnya pengusaha kecil tidak dapat mengimbangi mereka, dan kesananya tidak sedikit pengusaha kecil dengan terpaksa melelang cadangan barang mereka dijual dengan harga murah. Sementara itu di Timur tengah para pengusaha yang berada didalam negara itu, seperti menjerit, oleh sebab prilaku peara pengusaha besar, dimana para pengusaha besar disana hampir kurang sekali bisa memberikan peluang bagi pengusaha dinegara itu seperti diarab, yordania, dan irak, semua para pengusaha disana mengatakan sangant kurang berminat kehadiran para konglomerat. hal ini dungkapkan Taslim dari pengusaha korma di arab, juga juahamadin, dari libia dan komardinsyah dari yordan. Sementara itu para pengusaha di Jepang melihat hadir para pengusaha konglomerat yang terlau sadis dan membuat goncang perekonomian negara juga mengeser para pengusaha kecil di jepang mereka sangant kurang setuju, Ijama nakomojiwa, seorang pengusaha kelontongan seraba ada, dan di India aza nizar brama, sebagai pengusaha pakaian mengatakan bahwa sejak adanya para konglomerat masuk kedalam negara mereka tidak sedikit bagi pengusaha kecil di India yang guung tikar, oleh sebab itu saya sangant tidak setuju jika didalam negara ada kapitalisme yang bisa merajai negaranya.Sementara itu di Indonesia yang sebagian besar kapitalisme telah erjai negara itu, semua warga dan para pengusha kecil bagaikan hanya bisa menatap termenung, dan mereka tidak bisa banyak mengatakan oleh sebab jika mereka, berkata bayak akan menerima resiko, demikain ungkap jalaluldin sebagai pengusaha makanan ringan. Dan jika mau disurfai mengenai masalah dibolehkan atau tidak para pengusha konglomerat di Indonesia secara jujur para pengusha kecil di Indonesia hatinya berkata tidak setuju, tetapi apa mau diktakan oleh sebab sekarang Indonesia telah dikuasai oleh para konglomerat, akhirnya jika mereka dengan sengaja menarik semua uangnya setidaknya ekonomi indonesia akan krisis.Jalal Harapan saya semua harus mampuh melihat bahaya kehaduran para konglomerat itu.katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya

Teis

Beginner's guide to SEO

categori

Beri Aktual

Ekonomi (1) Hukum (1)

Andri Elyus Luntungan Mengatakan Sadarlah Pendiri Partai Dan Para Angota DPR.?

Time Indonesia.com  Andri News Baru Andri elyus luntungan mengatakan, seandainya seluruh partai yang ada diindonesia asli, punya cita-cita b...

Daftar Blog Saya

res satelit

Arsip Blog

tes

tes44

Tips Tes

EMI Calculator
Loan Amount
Tenure (months)
Interest Rate
EMI
Interest Payable
Total Payable

Tesbro

Social Media PowerDays

Daftar Blog Saya

Tes UN bro

UN PBB Ling




Other Top Stories


News by Topic


tes4

Label7

Halaman Pesan

Teis

Beginner's guide to SEO