Izin Depkumham SV Pandu Tunggal Putra

 photo SKMENPEN.gif

Februari 11, 2015

Andri Luntungan Pengamat International Bertanya-Macet Dan Banjir Di Jakarta Siapa Yang Salah?.

Media News International "Indonesia sepertinya ditahun-tahun ini lagi sedang mendepat berkah,kebanjiran,konflik perseteruan,KPK Dan calon Kapolri, sampai juga pada hukuman mati bagi para bandar narkoba ditambah lagi para pelaku korupsi yang enggan mau menyerahkan uang-uang yang mereka ambil. dan juga kemacetan jalan di Kota jakarta yang sampai saat ini belum juga dikendalikan,diamping itu juga di sana rawan kejahatan kriminal apa dia tukang todong, jambret, copet, penipu, dan pembunuh bayaran, juga ormas islam yang katanya extrim disaat mereka melakukan demo." Mengapa wajah Kota negara Indonesia menjadi seperti itu, dan hal ini terjadi apa di jakarta utara, barat, timur, selatan, dan jakarta pusat.Ditahun 70 an, jakarta hampir kurang terdengar banjir sampai keistana, artinya banjir bisa terjadi hanya dipingiran kota, jakrarta,tetapi sekarang banjir dan kemacetan juga kejahatan katanya sudah menjalar sampai kepusat bahkan Isatana juga pernah kebanjiran, bahkan dijalan pancoran yang dahulu ditahun 70 an hampir tidak pernah terdengar kebanjiran namun sekarang mengapa jika hujan datang daerah itu terkena kebanjiran juga.? Cetus Andri Luntungan pengamat International, saat dimintai tanggapannya mengenai keberadan Indonesia dijaman ini,Andri juga menambahkan, ditahun 70,an,sangant kurang sekali terdengar ada orang korupsi, juga kurang sekali ada terdengar orang menjambret, juga mencopet, dan tidak juga terdengar ada begal motor dan pembunuh bayaran.apalagi sampai terdengar jalan macet, dan ditahun 70-an hanya terdengar sebatas jalan rusak,atau terdengar orang jika akan pulang kemalaman kerumahnya sulit oleh sebab tidak ada kendaraan yang beroprasi diwaktu malam. Inilah kehidupan ditahun 70-an.Artinya ditahun 70-an, mungkin bangsa Indonesia bisa menahan konsumtifitas buat membuang uang, dan jaman itu orang-orang Indonesia punya jiwa kebersamaan, juga didalam diri mereka disana ada rasa memiliki membela negara, sehingga buat mereka untuk melakukan perbuatan yang memalukan Negara sangant pelit, atau sedikit sekali.Lantas sekarang gedung disana-sini menjulang tinggi, kendaraan disana-sini serba mewah ditambah lagi sarana ibadah disana sini cukup megah, dan para tokoh agama bertebaran, jumlah haji di Indonsia mencapai puluhan juta, dan jumlah KH. berjamur yang setiap hari memberikan kuliah atau ceramah agar mereka bisa berbuat baik atau mengatur hidup agar selalu baik apa memlalui mesjid, memalau media TV koran Radio,juga media Online ditambah lagi istilah ceramah keliling. Lantas apa hasilnya, sudah mereka perbuat itu, apakah kejahatan ada penurunan ataukah justru meningkat?. jawab anda pasti akan berkata dijaman ini kejahatan justru meningkat dibandingkan tahun 70-an, jika itu jawabnya saya setuju, lantas jika benar itu yang tejadi buat apa juga dia teriak-teriak seakan-akan dia adalah paling menjadi tokoh.?. Okey saya tidak perlu terlau teknis sekali kesana, Cetus andri Luntungan. Dia juga, mengatakan seandainya anda pernah menjadi pemuda ditahun 70-an pasti anda akan berkata meskipun dijaman itu serba tertinggal tetapi mereka hidup punya etika, bahkan punya sopan santun, dan mereka memiliki jiwa yang sangant besar dan budaya selalu di anut.inilah yang dikatakan, "lantas sekarang jaman serba moderen bicara seperti pintar, dan berpikir serba hebat, seakan-akan wawasan mereka sudah hebat, padahal ketika mereka dicoba buat membuktikan,apa yang mereka katakan terkadang mereka hanya sebatas baru bisa bicara,artinya segala yang mereka katakan itu, seperti baru sebatas dimulut, tetapi dia belum memiliki sebuah buku panduan atau Sebuah konsep.?". Akhirnya, terjadilah seperti UU korupsi dibuat, tetapi korupsi tidak hilang, Peraturan Pemerintah Dibuat dengan maksud untuk mengatur aggar mereka bekerja baik, dan memiliki tanggung jawab,PP 53 dan 58 dan seterusnya, Juga dibuat KUHP, dan berbagai Aturan dibuat,tetapi kejahatan dan pelanggar justru bukan menurun malah nambah..Begitu juga Membangun Jakarta, disan para Ahli Planologi mungkin sebelum mereka membuat gambar setidaknya segalanya telah disurfai,apa itu daerah banjir,apa itu daerah larangan dibangun dan kekuatan kota buat berjangka berapa tahun, dan disan jaga tim ahli sebelum membuat sebuah kota RTR RTRW,Dan seterusnya.Senadainya sekarang katanya jakart kabanjiran dan jakarta terjadi kemacetan, seharusnya tidak perlu harus banyak komentar, tetapi tinggal bayangkan dan lihat berapa luas jalan dijakarta, dan untuk berapa kendaraan ruas jalan itu. begitu juga berapa ruas tanah yang layak buat berdiri bangunan, dengan luas tanah di DKI,ditambah berapa besar Irigasi di jakarta yang dapat mendorong air bisa menju lautan.Dan adakah disetiap gedung yang berdiri tersedia lahan buat penyerapan air.?. Okey sekarang saya tidak bisa terlalu banyak mengamati tetapi sekiranya saya melihat bahwa luas jakarta yang sangant kecil, namun dibiarkannya berjibun gedung besar bisa berdiri di jakarta yang tidak memiliki lahan buat peyerapan air so pasti banjir akan terjadi, apalagi minimnya saluran air besar yang dapat membantu air bisa menuju lautan. Dan Kemacetan juga bisa terjadi oleh sebab, terlalu mudahnya orang-orang mengunakan kendaraan pribadi, dan gampangnya ijin trayek, sementara keberadan jalan tidak imbang dengan volume kendaraan melintas di daerah itu,artinya konsumtifitas warga jakarta yang tinggi buat menuju mol, dan juga berpergian melancong, atau membeli kendaraan hanya sebatas buat memabnjiri jalan dan akhirnya macet,Ditambah semua perusahaan besar dan mol juga perumahan dan bangunan susun layak huni, yang katnya rata punya kendaraan so pasti jika bersamaan semua keluar meuju jalan setidaknya akan macet.Persoalannya sekarang mengapa para pengusaha yang dijakarta tidak punya membuka usahanya di didaerah,? dan mengapa juga mereka lebih suka semua bercokol di jakarta.?,coba bayangkan, jika semua berlomba-lomba membawa kendaraan kejakarta pasti macet.Dan seandainya Terminal besar terlalu dekat dengan jakarta jangan harap tidak ada kemacetan.Solusi yang terbaik, tinggal sekarang adakah keberanian pengusaha dijakarta mengalihkan usahanya kedaerah.?. Okey tinggalkan duhulu semua itu sekarang yang paling utama melihat banjir dan macet siapa yang salah!?. Katanya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Daftar Blog Saya

Teis

Beginner's guide to SEO

categori

Beri Aktual

Ekonomi (1) Hukum (1)

Andri Elyus Luntungan Mengatakan Sadarlah Pendiri Partai Dan Para Angota DPR.?

Time Indonesia.com  Andri News Baru Andri elyus luntungan mengatakan, seandainya seluruh partai yang ada diindonesia asli, punya cita-cita b...

Daftar Blog Saya

res satelit

Arsip Blog

tes

tes44

Tips Tes

EMI Calculator
Loan Amount
Tenure (months)
Interest Rate
EMI
Interest Payable
Total Payable

Tesbro

Social Media PowerDays

Daftar Blog Saya

Tes UN bro

UN PBB Ling




Other Top Stories


News by Topic


tes4

Label7

Halaman Pesan

Teis

Beginner's guide to SEO